KLASIFIKASI CEDERA OLAHRAGA
Menurut Unesco Sport adalah setiap aktivitas tubuh berupa permainan yang berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam, orang lain, ataupun diri kita sendiri. Secara umum pengertian olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang tersebut itulah. Sedangkan menurut Wikipedia Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.
Pada dasarnya aktivitas olahraga sangat bermanfaat khususnya bagi kesehatan tubuh, Namun juga sebaliknya, risiko yang ditimbulkan dari aktivitas olahraga juga sangat bervaritif. Risiko tersebut bisa berasal dari aktivitas fisik yang berlebihan, kesalahan gerak dasar yang tidak sesuai dengan fungsi anatomi tubuh serta risiko karena fasilitas. Baik secara sadar maupun tidak sadar. Salah satu bentuk risiko ialah cedera olahraga.
Cedera Olahraga adalah terjadinya kesalahan/ketidaksesuaian fungsi tubuh, Struktur tubuh, dan sistem otot akibat tekanan fisik atau gaya-gaya yang melampaui kemampuan tubuh baik yang berlangsung secara cepat ataupun jangka lama. cedera olahraga yang terjadi pada atlit berupa cedera goresan, robek pada ligament, atau patah tulang “Fraktur”.
Jenis-jenis cedera :
1. Cedera Tulang
Misalnya: patah tulang kering, tulang telapak kaki pada pelari jarak jauh (fatigue fracture).
2. Cedera Otot
Misalnya: robekan otot paha bagian depan atau otot betis.
3. Cedera Sendi
Misalnya: pengikat sendi (ligamen) yang teregang berlebihan atau bahkan putus yang mengakibatkan sendi yang terkena menjadi tidak stabil.
Berikut ada beberapa klasifikasi cedera dalam olahraga :
1. Cedera Ringan ( Tingkat 1 )
a. Luka
Terjadinya goresan pada permukaan tubuh baik akibat benda tajam maupun gesekan benda keras lainnya. Sehingga membuat jaringan permukaan tubuh terbuka. Secara kasat mata luka dapat terlihat secara jelas. Kadangkala luka mengeluarkan darah berlebihan. Ada beberapa luka yang biasanya terjadi, diantaranya: Luka goresan, luka iris, luka robek, luka tusuk, luka lecet, luka bakar, luka bedah, luka tembak. Ukuran lukapun sangat bervariatif ada besar dan kecil, serta dalam dan dangkalnya luka.
b. Lecet
Goresan yang terjadi pada kulit.
c. Lepuh
Lepuh biasanya juga dikenal dengan sebutan blister. Luka ini berupa benjolan yang berisi cairan bisa berukuran kecil serta besar. Lama-kelamaan benjolan cairan ini akan pecah dengan sendirinya. Bahkan jika sudah kering pada daerah benjolan cairan, akan muncul kerak yang dapat dikelupas. Luka lepuh hanya mempengaruhi bagian kulit luar saja. Luka lepuh dapat hilang tanpa harus ada penanganan/pengobatan khusus, juga sebaliknya dapat kambuh kapan saja.
d. Kontusio / Memar
Jika terkena pukulan/hantaman benda keras pada salah satu tubuh bagian luar “kulit” maka dipastikan pada daerah tersebut akan mengalami kontisio/memar. Akibat dari pukulan/hantaman pada tubuh bagian luar ini, jaringan dibawah permukaan kulit rusak dan pembuluh darah kecil pecah sehingga cairan seluler dan darah merembes ke jaringan sekitarnya. Ciri-ciri fisik dari memar ini berupa adanya warna kebiru-biruan atau kehitaman pada kulit. Kadangkala memar ini menimbulkan nyeri hingga pembengkakan mulai tingkat ringan, sedang, dan berat.
e. Kram
Kram adalah kejang otot yang bersifat mendadak dan terasa sangat sakit. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah dan belakang lutut. Kram terjadi beberapa detik hingga menit dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Kondisi yang berisiko menyembabkan terjadinya kram adalah kondisi otot yang terlalu lelah, penggunaan konstraksi otot yang tiba-tiba (kurang pemanasan dan peregangan), serta gangguan sirkulasi darah ke otot.
2. Cedera Sedang ( Tingkat 2 )
a. Strain
Strain adalah terjadinya kerusakan pada suatu bagian otot atau tendon karena penggunaan yang berlebuhan. Strain biasanya terjadi pada area betis selangkangan, serta otot paha belakang (biasanya kita mendengarnya dengan istilah hamstring). Jenis strain ada dua yaitu ringan dan total. Sedangkan untuk jenis level keparahannya strain ada tiga level.
b. Sprain
Adalah cidera yang terjadi pada sendi akibat robeknya ligament dan kapsul sendi. bagian tubuh yang biasanya mengalami sprain ialah di jempol, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan. Sprain ada 4 tingkat (ringan, sedang, berat, sprain fraktur). Sprain ringan yaitu terdapat robekan pada beberapa serat ligament. Sprain seang yaitu terdapat robekan lebih luas, butuh perawatan 6-10 minggu. Sprain berat terjadi robekan secara total. Sprain tingkat terakhir ini yaitu sudah terjadi lepasnya tulang akibat robekan atau patahan.
3. Cedera Berat (Tingkat 3 )
a. Dislokasi
Dislokasi adalah tergesernya permukaan tulang yang membentuk persendian terhadap tulang lain (sjamsuhidajat, 2011. Buku ajar ilmu bedah, edisi 3, halaman 1046). Dapat kita ambil kesimpulan bahwa dislokasi terjadi karena sendi ataupun tulang-tulang pada bagian tubuh tidak lagi pada posisi yang semula/normal. Atau tulang-tulang atau sendi tidak lagi menyatu.
b. Fraktur
Menurut FKUI (2000), fraktur adalah rusaknya dan terputusnya kontinuitas tulang, sedangkan menurut Boenges, ME., Moorhouse, MF dan Geissler, AC (2000) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang. Back dan Marassarin (1993) berpendapat bahwa fraktur adalah terpisahnya kontinuitas tulang normal yang terjadi karena tekanan pada tulang yang berlebihan. Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa fraktur (patah tulang) adalah adalah gangguan kerusakan yang terjadi pada tulang akibat tekanan atau gesekan yang terlalu berlebihan artinya tulang tidak mampu menahan beban/massa dari tekanan dan gesekan tersebut.
4. Cedera Lain
a. Kejang
Kejang adalah hilangnya kesadaran pada bagian otot tubuh yang terjadi secara mendadak dan terjadinya sering tidak di sadari.
b. Syok
Syok adalah suatu keadaan serius yang terjadi akibat system kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai.
c. Pingsan
Pingsan dalah suatu kondisi kehilangan kesadaran sementara yang datang secara mendadat dan tiba-tiba akibat kurangnya suplai oksigen dan akibat terhambatnya proses aliran darah keseluruh tubuh atau pembuluh darah tidak mampu menjaga tekanan darah ke otak.
d. Koma
Koma adalah salah satu kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya kesadaran dan kewaspadaan. Dalam artian yang lain yaitu suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat mengenali lingkungannya dan tidak mampu memberikan tanggapan yang cukup terhadap rangsangan.
e. Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu kondisi dimana kadar air di dalam tubuh terlalu rendah akibat banyak kehilangan cairan daripada yang didapat sehingga tubuh sulit dalam menjalankan fungsi normalnya.
